Halaman
- Beranda
- RESIKO OLAHRAGA PARALAYANG
- REKOR PARALAYANG INDONESIA
- TEKNIK PARALAYANG
- ALAT PARALAYANG
- CARA MENGENDALIKAN PARALAYANG
- BIAYA PARALAYANG
- TEWASNYA ATLET PARALAYANG
- TROI PARAGLIDING INDONESIAN AIRFORCE 2022 DI BUKIT LOLARO TINOMBO SUKSES
- 6 Wisata Paralayang dengan Pemandangan Terbaik di Indonesia
- TEKNIK DASAR PARALAYANG
Atlet paralayang junior Cherly Aurelia (20 tahun) dari Jatigedong, Ploso, Jombang, meninggal dunia setelah jatuh saat latihan di Gunung Banyak, Kota Batu, pada Selasa (12/6/2018), hari terakhir sesi latihan tim Paralayang Jawa Timur.
Ketua Paralayang Jatim Arief Eko Wahyudi menyebut cuaca saat itu ideal dengan angin 3-5 km/jam; korban, yang bersertifikat dan sudah terbang ketiga kalinya dengan instruktur, diduga jatuh karena parasut collapse akibat angin kencang dari ketinggian 100-150 meter. Tim sedang analisis video serta foto penonton untuk tentukan apakah force majeure atau faktor lain, sekaligus evaluasi peralatan demi hindari insiden serupa.
Marsma TNI Andi Wijaya (Ketua FASI Jatim/Danlanud Abdul Rahman Saleh) menyampaikan duka cita, menegaskan olahraga ini berisiko tinggi tanpa persiapan matang. "Kejadian seperti ini jarang; kalau prosedur dijalankan benar, insyaallah tidak ada masalah," ujarnya, seraya janjikan antisipasi pasca-penyelidikan.
Sumber:
-https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4066221/tewasnya-atlet-paralayang-saat-latihan-diinvestigasi
-Foto
